MLM 18. Semakin banyak yg trjual, akan semakin banyak royalti yg didapat. Tp ini ttp ga akan sebanding dg “pendapatan” toko buku. #MLM 19. Penulis biasanya dapat royalti 5-10% dari harga buku kotor. Sdg toko buku, dpt 40-50%. Agen2 kecil bs dpt 20-30%. #MLM 19. Suatu hari, ia bahkan bukan cuma mempromosikan. Tp mengajak kawannya ke toko
Kalauanda mau cermati dengan seksama, banyak usaha dirumah untuk karyawan yang bisa anda ambil sebagai peluang usaha sampingan. Saya mungkin tidak bisa memberikan saran jenis usaha sampingan yang pas untuk anda. Tapi saya punya satu contoh usaha dirumah untuk karyawan yang bisa anda jadikan sebuah wacana, yaitu usaha juice buah. Akhir-akhir ini
tokobuku itisom menjual buku buku islami online murah fikih sunnah,do,a,hadits,bisnis islami,novel,keluarga,telp 081398799789 . Al Quran + terjemah Tajwid Full colour Rp 98.000,-(Hard cover doft) Sejak kecil, keluarga besarnya yang kebanyakan berprofesi sebagai guru, ia sudah membaca novel-novel silat Ko Ping Ho dan komik-komik
Tokobuku gramedia berdiri pada 1970, sementara toko buku gunung agung berdiri lebih dulu 1953. media iklan khusus perusahaan berupa toko, importir, distributor, trading, jasa, supplier, pabrik, eksportir buku.kami. Penerbit indonesia berpartisipasi di pameran buku anak terbesar di dunia lalu jika dijabarkan lebih lanjut
5Toko Buku Termurah Di Surabaya Ini Surganya Mahasiswa Pelajar. Gambar Dari : www.idntimes.com. Kalah Saing Penjualan Buku Bekas Di Blok Square Sepi Peminat Admin blog Berbagai Buku 01 February 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait tempat menjual buku bekas di surabaya dibawah ini. Melihat Kampoeng Ilmu Pusat Jual Beli Buku
31 Simpulan. Tata ruang toko yang bagus membantu pelanggan mencari dan membeli barang. Terdapat banyak jenis tata ruang yang biasanya digunakan oleh ritel. Gird design adalah yang terbaik untuk toko dimana pelanggan diharapkan menjelajahi toko secara keseluruhan, seperti toko makanan dan toko obat.
em0Ofym. FilterBukuLainnyaMajalahOffice & StationeryKertasMakanan & MinumanMakanan RinganFashion PriaAtasan PriaMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 106rb+ produk untuk "koran" 1 - 60 dari 106rb+UrutkanAdDe KORAN BURAM - F4, 1 RIM - 500 PusatPUTRA ARJUNA 2AdTerlariskoran bekas sablon packing kiloan UtaraEmpat Lima 1 rb+AdTerlarisKORAN UNTUK TimurIKAN TENGGIRI GILING SJ FISH 10 rb+AdTerlariskoran bekas kiloan untuk packing koran baru kiloan baru 1 rb+TerlarisKORAN BEKAS KILOAN 10 rb+Terlariskoran SelatanAlfa 2 rb+TerlarisKoran bekas kiloan berkualitas 1kg 10 rb+Terlariskertas koran polos/koran bekas Selatanalifa 10 rb+TerlarisKoran Utararose 10 rb+
FilterRumah TanggaTempat PenyimpananBukuMajalahOffice & StationeryDocument OrganizerMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata produk untuk "tempat koran majalah" 1 - 60 dari UNTUK TimurIKAN TENGGIRI GILING SJ FISH 10 rb+AdTerlarisKORAN UNTUK KEMASAN 1 TimurIKAN GILING SJ FISH 9 rb+AdKENSI 611 RAK KORAN + TEMPAT 2%Jakarta BaratAbadi Jaya Harco 70+PreOrderAdRak Koran Tempat Majalah Kayu Jati,Bedside Jeparalaila_jatifurnitureAdTerlarisKORAN BARU UNTUK PACKING, POLOS DAN GAMBAR FISH 2 rb+Rak Buku - Tempat Buku - Majalah - Koran - Rak Dinding 30+PreOrderKENSI 611 RAK KORAN + TEMPAT 2Tempat Koran Keranjang Majalah Buku Unik Bahan Lidi 14Tempat Majalah Koran Keranjang Anyaman Rotan 5Rak Brosur Majalah Besar Modelline - Tempat katalog buku koran 90+
Jakarta - Toko buku online membuat pasar pedagang buku di Kwitang dan Senen di Jakarta menjadi lebih sepi. Namun penjualan buku tua dan langka tak terpengaruh oleh perkembangan jual-beli ini dituturkan oleh pemilik toko buku langka di Taman Mini Indonesia Indah TMII, Jakarta Timur, kepada detikcom, Rabu 12/12/2018. Pemilik toko buku ini adalah Doly Hirawansyah, putra Syamsuddin Effendi. Dia meneruskan bisnis bapaknya ini sejak 2004 setelah dijalankan sejak 1986. Di sini ada spanduk bertuliskan 'Dolly Syamsudin, Buku Langka TMII'.Di toko yang terletak di Desa Seni dan Kerajinan dalam TMII ini, buku-buku bertumpuk di lemari kaca, lemari kayu, maupun di atas lantai langsung. Doly menceritakan, tempat ini bukan yang pertama menjadi titik jualan ayahnya. Sebelum 1986, ayahnya sudah berjualan buku pada era Gubernur Ali Sadikin, lokasi pertama lapak ada di kawasan Lapangan Banteng, berpindah ke Pasar Senen, dan akhirnya ke TMII ini. Yang menawari pindah lokasi adalah Ibu Negara saat itu, yakni Siti Hartinah atau dikenal sebagai Ibu Tien Soeharto. Sejak saat itu, pembeli dari berbagai kalangan selalu datang, mulai dari mahasiswa hingga dosen, mulai dari karyawan biasa hingga pejabat negara. Banyak yang terus datang kembali dan menjadi pelanggan tetap. "Pejabat juga, seperti Fadli Zon Wakil Ketua DPR itu langganan. Kadang-kadang saya myang menawarkan buku ke para pelanggan. Kalau bilang oke, maka saya antarkan ke tempatnya. Kalau Fadli Zon biasanya beli buku-buku tentang Indonesia, seperti sejarah, budaya, politik," tutur pemilik toko buku langka di TMII. Adhi Indra Prasetya/detikcomSelain buku tua dan langka yang berusia puluhan tahun atau dari abad silam, ada pula kategori 'buku tanggung' yang usianya sekitar beberapa tahun lalu, belasan tahun lampau, hingga terbitan 1980-an. Penjualan buku-buku seperti ini dikatakannya tak terpengaruh oleh perkembangan jual-beli online."Bicara buku langka ya, online itu nggak berpengaruh. Kenapa, karena itu kan bukunya susah," kata langka cenderung susah didapat orang umum. Memang Doly juga menjual buku-buku lawas lewat internet, namun dia tak bakal memajang buku langka di internet. Paling banter, buku kategori tanggung saja yang dia jual lewat internet. Ada sebab khusus yang membuatnya tak menjual buku langka via daring."Buku tua itu eksklusif. Langganan saja yang saya tawarkan. Orang-orang baru nggak," kata Doly. Foto Toko buku langka di TMII. Adhi Indra Prasetya/detikcomHanya pelanggan tetap saja yang dia tawari buku langka. Dia tak mau mengecewakan pelanggan setianya. Buku yang benar-benar langka bahkan tidak disimpan di toko ini, melainkan di rumahnya. Meski begitu, di toko ini ada pula buku-buku rilisan 1940 hingga sudah dibatasi penawarannya, namun kadang tetap saja ada perebutan untuk mendapatkan buku langa di antara pelanggan. Bila kondisinya seperti itu, Doly akan memutuskan siapa yang berhak mendapatkan buku langka yang jumlahnya cuma satu eksemplar itu, yakni untuk pelanggan yang pertama menghubunginya. Buku langka apa saja yang sebenarnya dia jual?Doly menyebut buku karya Georg Eberhard Rumpf Rumphius berjudul 'Herbarium Amboinense'. Buku itu diikenal karena latar belakang penulisannya yang dramatis. Buku tentang rempah-rempah Ambon itu baru diterbitkan hampir 40 tahun kemudian setelah kematian Rumphius, yakni antara tahun 1741 sampai 1750. 'Herbarium Amboinense' terbit dalam enam volume, halaman, memuat 700 gambar, mendeskripsikan jenis tumbuhan. Sayangnya, Doly tak menunjukkan buku itu kepada detikcom, sehingga kami tak bisa mengecek pula buku 'Het Adatrecht van Nederlandsch-Indië' karya Cornelis van Vollenhoven yang menjelaskan hukum adat di Indonesia. Volume pertama buku itu terbit tahun 1918. "Harganya di sini sekitar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta," kata juga menyebut komik-komik Indonesia dekade 1960-an, seperti karya Djair Warni yang terkenal dengan komik Jaka Sembungnya, Ganes TH yang terkenal dengan komik 'Si Buta dari Gua Hantu', dan karya Teguh Santosa. "Itu susah dapatnya, harganya lumayan juga, yang cetakan tahun '60-an kayak Mahabharata karya RA Kosasih yang cetakan pertama," kata dia. Ada pula Alquran tua dari Abad 19 yang pernah dia Toko buku langka di TMII. Adhi Indra Prasetya/detikcomBerapa harganya?Dia menyebut buku-buku langka dia jual dari kisaran ratusan ribu Rupiah hingga jutaan Rupiah. Harganya memang bisa bikin geleng-geleng kepala orang yang tak hobi mengoleksi buku langka nan tua. Satu buku, ada yang dia hargai Rp 20 juta, Rp 30 juta, atau Rp 40 juta. "Paling tinggi yang pernah saya jual harganya Rp 125 juta, yakni Alquran tulisan tangan, tahun 1800-an, yang beli pejabat, nama pejabatnya nggak boleh dikasih tahu. Itu dibei sekitar delapan tahun lalu," kata kolektor apalagi yang kelas kakap tak bakal berat hati membelanjakan uangnya demi mendapatkan buku langka. Uang dari penjualan buku langka dan tua itu menjadi sumber pendapatan utamanya. Baru di urutan kedua, ada uang penjualan buku tanggung terbitan '80-an ke atas yang turut menyumbang pendapatannya. Dia menolak nominal keuntungan yang dia dapatkan."Tapi saya punya rumah, mobil, motor, bisa sekolahin anak-anak, sudah enak. Sudah tercukupi," ujarnya sambil tertawa. Doly sudah punya dua anak, si sulung bersekolah tingkat SMP dan si bungsu kelas 5 mendapatkan buku-buku langka dan tua dari jejaring yang dibangun lewat pameran buku, serta relasi pertemanan. Ada pula kolektor buku langka yang meninggal, kemudian anak kolektor itu menghubunginya untuk mengambil buku koleksi si almarhum. Buku-buku itu dia beli putus, tak ada buku titip jual di sini. Masalah yang dia hadapi kini adalah banyak permintaan terhadap buku langka, namun ketersediaan bukunya hanya sedikit. Namun terlepas dari tuturannya, bila ditilik dari sisi ekonomi tentu kondisi seperti itu justru membuat harga komoditas jadi melambung. Meski buku langka bisa menghasilkan keuntungan, namun ada satu wasiat dari ayahnya yang dia ingat."Pesan dari bapak saya, kalau bisa jangan dijual ke luar negeri atau ke orang asing. Soalnya kalau dijual ke orang asing, buku itu bakal dibawa ke luar negeri dan nggak akan balik ke Indonesia lagi. Kalau kita jual di dalam negeri, kan bisa dinikmati orang lain lagi di sini," juga tulisan-tulisan detikcom tentang toko buku dan minat baca. dnu/dnu
Buku-buku bekas dari ragam genre bertumpuk di sebuah kios mungil berukuran sekira 6x3 meter di Jalan Tarumanegara, Ciputat, Tangerang Selatan Tangsel, Banten. Di kios bernama Toko Buku Guru Bangsa’ itu, sang pemilik membesarkan’ eksistensi buku bekas, sekaligus menghidupkan roh ilmu dari lembaran-lembaran yang dijajakannya. Toko buku yang lebih dikenal dengan sebutan Toko Buku Bekas Ucok’ itu nyaris tidak terlihat secara kasat mata dari jalanan. Bahkan tidak ada plang nama yang dipasang di depannya, kecuali tulisan berukuran kecil di dekat atap fasad kios. Meski begitu, rupanya toko buku yang letaknya tak jauh dari Kampus UIN Ciputat itu telah dikenal luas dan menjadi salah satu toko primadona bagi para pecinta buku-buku bekas dari berbagai wilayah. Setiap ada pengunjung yang datang ke toko itu, mula-mula sang pemilik menyapanya, kemudian menanyakan buku jenis apa yang dicari, hingga spesifikasinya. Sesekali juga memberi masukan atau rekomendasi buku yang sekiranya seirama dengan buku yang tengah dicari. Jika buku ketemu, pengunjung lantas membelinya dengan harga yang terbilang miring. “Yang pertama dari berdagang buku adalah kita harus menguasai dulu apa yang kita jual,” kata pemilik Toko Buku Guru Bangsa’, Ependi Simanjuntak 50 tahun atau biasa disapa Ucok, saat ditemui di kawasan Ciputat, Selasa 27/7. Prinsip pria kelahiran Sialang Buah, Sumatera Utara dalam berdagang buku itu, mampu menghipnotis’ para pecinta buku untuk ikut berkelana ke kehidupan buku. Tokonya kerap disambangi beragam kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga, bahkan pejabat sekalipun. Para pengunjung bisa saja betah berjam-jam di kiosnya untuk membaca buku atau berbincang ihwal kehidupan buku dengannya. Untuk memperluas jangkauan penjualan, buku-buku bekasnya juga ia jajakan secara daring di marketplace. Setidaknya ada sekitar eksemplar buku yang dijual, sejak satu tahun yang lalu. Tekad Ucok itu lahir dari pengalaman hidupnya. Sejak 1985, Ucok mulai berjualan majalah dan koran di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Dia sempat bekerja sebagai koresponden di sebuah lembaga riset pasar ternama pada 1992 hingga 1997. Lantas pada akhir 1997, saat masa orde baru hendak tumbang, dia pun mulai membuka toko buku bekas. Uniknya, Ucok mengumpulkan buku-buku bekas dari rumah mantan pejabat militer, akademisi, pejabat sipil, serta tokoh-tokoh penting. Selain itu juga diperoleh dari lapak-lapak tukang loak. Tak ayal, buku-buku yang dijajakannya terbilang tidak mudah didapatkan di pasaran. Saat ini, di kesehariannya, Ucok terus memburu dan memasok buku-buku bekas original. Biasanya dia mendapatkan buku-buku itu dari kompleks atau perumahan, juga dari sejumlah lapak buku bekas. Lantas dia jajakan di toko bukunya. Pria yang mengaku membenci buku bajakan itu mengatakan akan terus berjualan buku untuk menyajikan sejumlah referensi yang diperlukan para pecinta buku, apapun kondisinya. “Inilah buku dagingku, dari sini aku makan, mau enggak mau harus aku pertahankan karena aku yakin buku tidak akan mati dan tidak akan punah selagi bumi ini ada, masih tetap banyak yang baca buku, walaupun dengan tertatih-tatih,” ujarnya. Ria, salah satu pelanggan, mengatakan, toko buku bekas Ucok dinilai tidak biasa dibandingkan toko-toko buku lainnya. Genre buku bekas yang tersedia di toko tersebut beragam, pemiliknya pun informatif. Selain itu juga cukup banyak buku-buku lawas yang menarik untuk dibaca. “Suka ya karena banyak genre-nya, mulai dari biografi, filsafat, sosial politik, sejarah, budaya, juga sastra. Kalau cari buku-buku yang sudah jarang ditemui juga kadang saya dapat di sini,” kata Ria.
Kamu sedang cari ide usaha? Mungkin bisa coba peruntungan dengan mulai bisnis jual buku online. Buku merupakan produk yang banyak dicari. Mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi buku juga dapat digunakan untuk hiburan. Kini, kamu tak perlu modal besar jika ingin berjualan buku. Meski tanpa membuka buku fisik, kamu bisa memasarkannya secara online. Ada banyak sekali jenis buku yang bisa kamu pasarkan secara online. Baik itu buku-buku untuk keperluan sekolah, kuliah, kerja, hingga buku entertainment, seperti novel dan komik. Bagi kamu yang tertarik untuk bisnis buku, bisa menyimak peluang usahanya agar semakin yakin dan mengetahui cara memulainya sebagai panduan berbisnis! Baca Juga 9 Keuntungan Bisnis Marketplace, Toko Online Mudah Dikelola Peluang Bisnis Jual Buku Online Foto memilih buku. Sumber SIRCLO Photo Stock Bisnis jual buku online memiliki peluang keuntungan yang sangat besar, lho. Hal ini karena target pasar produk buku sangatlah luas. Dari berbagai kalangan membutuhkan buku untuk menunjang kegiatan pendidikannya. Bahkan, tak sedikit pula yang menjadikan buku sebagai sarana hiburan mereka. Dengan target pasar yang besar, kamu pun tak perlu khawatir tidak dapat pelanggan. Selama kegiatan belajar-mengajar masih ada, permintaan terhadap buku akan terus mengalir. Dibandingkan dengan membuka toko buku offline, menjualnya secara online bisa menjadi ide bisnis buku yang tepat. Kamu tak perlu mengeluarkan modal yang besar karena tidak membutuhkan biaya sewa untuk memeroleh tempat usaha. Kamu hanya perlu menggunakan situs web atau mendaftarkan diri di marketplace sebagai penjual. Terlebih, pola belanja masyarakat di era digital saat ini telah berubah menjadi online. Dikutip dari sebanyak 75% orang memilih untuk berbelanja daring di Tanah Air per semester I/2021. Presentase tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih belanja online daripada datang ke toko fisik. Maka dari itu, bisnis jual buku online bisa menjadi strategi yang tepat jika kamu ingin membuka usaha. Baca Juga Mudah, Ini Cara Membuat Toko Online di Berbagai Platform! Cara Memulai Bisnis Jual Buku Online Foto menjual buku. Sumber Lantas, bagaimana cara memulai bisnis jual buku online bagi kamu yang masih pemula di dunia usaha. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan! 1. Lakukan Riset Pasar Cara memulai bisnis jual buku online yang pertama ialah melakukan riset pasar. Hal ini sangat penting untuk kamu lakukan sebelum merintis bisnis apa pun. Coba untuk mengamati kondisi bisnis buku online saat ini. Jadi, kamu bisa menentukan strategi pemasaran yang pas saat menjual buku online. Selain itu, riset pasar bisa membantu kamu untuk menentukan target pasar bisnismu. Cari tahu dahulu siapa yang akan menjadi calon pelanggan kamu. Dari situ, kamu juga bisa menentukan harga jual yang sesuai. Riset pasar juga penting untuk menganalisis kompetitor. Dengan begitu, kamu dapat membuat teknik pemasaran yang lebih baik, sehingga calon pelanggan lebih memilih untuk membeli buku di toko online milikmu daripada pesaing. 2. Tentukan Jenis Buku yang Dijual Hal lain yang tak kalah penting untuk kamu perhatikan sebelum menjual buku online yaitu menentukan jenis bukunya. Seperti yang diketahui, ada banyak sekali jenis buku di pasaran. Mulai dari buku pembelajaran yang dibagi sesuai jenjang pendidikan, buku untuk umum, novel, komik, dan lain-lain dengan berbagai genre. Ketika kamu sudah menentukan target pasar, maka akan lebih mudah untuk memilih jenis buku yang dijual. Pastikan juga kamu memahami setiap jenis buku yang dipasarkan. Dengan pengetahuan produk yang mendalam, kamu akan lebih mudah dalam memasarkannya pada pelanggan. Pelanggan pun akan lebih percaya dengan toko online kamu karena mereka bisa mendapatkan buku-buku yang dicari dengan bantuan penjual yang informatif. Baca Juga 10 Manfaat Website E-commerce untuk Bisnis Onlinemu 3. Kerja Sama dengan Penerbit Untuk dapat berbisnis buku online, tentu kamu membutuhkan pemasok produk sehingga bisa menjualnya kembali kepada pelanggan. Oleh karenanya, kamu perlu bekerja sama dengan penerbit. Dalam hal ini, kamu bisa bekerja sama dengan penerbit skala kecil maupun besar. Selain itu, pilihlah yang sesuai kebutuhan. Jika kamu baru merintis usaha, penerbit kecil mungkin bisa menjadi pemasok yang lebih menguntungkan bagimu karena tak perlu memesan buku dalam jumlah besar. Apabila usaha kamu kian besar nantinya, bisa mulai merambah ke penerbit skala besar untuk memperluas jangkauan pasar. Biasanya, para penerbit akan menerima ajakan kerja sama reseller buku dengan senang hati. Mereka akan sangat terbantu dalam mendistribusikan buku-buku ke pelanggan. 4. Buat Toko Online Jika semua persiapan kamu sudah matang, kini saatnya untuk mulai berjualan. Kamu bisa langsung buka toko online untuk memasarkan buku. Toko online yang kamu kelola bisa berupa situs web yang dibangun sendiri e-commerce atau berjualan di marketplace. Kedua platform jualan buku online tersebut bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja, masing-masing platform memiliki kelebihan dan kekurangan. Kembali lagi pada kamu sebagai penjual. Kamu ingin memasarkan bukunya melalui platform apa? Agar toko online kamu ramai pelanggan, buatlah nama olshop yang menarik. Jangan lupa untuk memberikan informasi terkait bisnismu agar terlihat lebih profesional. Baca Juga 6 Cara Agar Marketplace Dilihat Banyak Orang 5. Promosikan di Media Sosial Bisnis jual buku online yang kamu rintis harus didukung dengan promosi secara online agar semakin banyak orang yang mengetahuinya. Salah satu cara termudah untuk promosi toko online, yakni menggunakan media sosial. Misalnya, Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya. Dengan media sosial, kamu bisa menciptkana branding toko online yang kuat melalui akun khusus bisnis. Buatlah profil akun bisnis online yang menunjukkan kredibilitas tokomu. Kemudian, kamu bisa langsung memanfaatkannya untuk promosi. Unggahlah foto-foto buku yang kamu jual online, berikan deskripsi produk yang jelas, beserta informasi harganya jika perlu. Jangan lupa untuk menyematkan tautan toko online kamu di bagian profil akun. Misalnya di bio atau informasi kontak untuk memudahkan pelanggan memesan buku online. 6. Perhatikan Kemasan Buku Cara bisnis jual buku online lainnya yang perlu kamu terapkan, yakni memperhatikan kemasan yang digunakan saat mengirimkan buku kepada pelanggan. Gunakanlah wadah yang kokoh sehingga buku yang kamu kemas tidak rusak. Pastikan kemasan tahan banting dan tahan air, jadi buku di dalamnya tetap terlindungi. Jangan sampai pelanggan merasa kecewa dengan toko online kamu akibat cara pengemasan yang salah. Hal ini tentu akan merugikan kamu, pelanggan juga bisa saja kapok untuk berbelanja di toko online milikmu. Baca Juga Tips Berbisnis dan Cara Packing Buku untuk Dikirim 7. Layani Pelanggan Sebaik Mungkin Meski kamu tak melayani pelanggan di toko fisik secara langsung, memberikan pelayanan yang terbaik merupakan kewajiban. Jadi, usahakan untuk memberikan pelayanan pelanggan sebaik mungkin di toko online kamu. Misalnya dengan terbiasa cepat tanggap ketika ada pelanggan yang menghubungi toko online-mu. Tanyakanlah apa ada hal yang bisa dibantu. Bisa saja mereka bertanya tentang ketersediaan jenis buku tertentu atau meminta rekomendasi produk. Tunjukkanlah sikap profesional saat berhubungan dengan pelanggan. Jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Ketika pelanggan mengalami kendala pengiriman atau mendapatkan buku yang tak sesuai pesanan, tanggapilah segera mungkin untuk menawarkan solusi. Itulah peluang bisnis jual buku online beserta tips memulainya. Apakah kamu tertarik untuk bisnis jual buku online?
toko kecil tempat berjualan buku koran